You're currently viewing an old version of this dataset. To see the current version, click here.

Persentase Anak Berusia Di Bawah Lima Tahun (balita) Gizi Kurang Yang Mendapat Tambahan Asupan Gizi

Anak umur 6 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -2 SD sampai dengan -3 SD yang mendapat tambahan asupan gizi

Өгөгдөл ба материал

Нэмэлт мэдээлэл

Талбар Утга
Эх сурвалж https://data.blitarkab.go.id/data/persentase-anak-berusia-di-bawah-lima-tahun-balita-gizi-kurang-yang-mendapat-tambahan-asupan-gizi-kzxvl9nq
Зохиогч Dinas Kesehatan
Арчлагч Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik Dan Persandian
Сүүлийн шинэчлэл дөрөвдүгээр сар 13, 2026, 10:17 (+0700)
Үүссэн тавдугаар сар 25, 2024, 23:56 (+0700)
cara_pengumpulan_data Kompilasi Produk Administrasi
definisi_operasional Anak umur 6 sampai 59 bulan dengan kategori status gizi berdasarkan indeks Berat Badan menurut Panjang Badan (BB/PB) atau Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB) memiliki Z score kurang dari -2 SD sampai dengan -3 SD yang mendapat tambahan asupan gizi
frekuensi_pengambilan_data Tahun
interpretasi Semakin besar, semakin banyak balita gizi kurang yang mendapatkan Tambahan asupan Gizi
jadwal_rilis Desember
klasifikasi Wilayah
konsep [K00206] Balita, [K02050] Status Gizi Anak
nama_indikator Persentase Anak Berusia Di Bawah Lima Tahun (balita) Gizi Kurang Yang Mendapat Tambahan Asupan Gizi
nama_keg_stat Profil Kesehatan Kabupaten Blitar
nama_keluaran Tematik Stunting
nama_periode Tahun
nama_sifat Terbuka
nama_skpd Dinas Kesehatan
nama_urusan Kesehatan
nama_wilayah Kabupaten
no_romantik -
penanggung_jawab_bidang Bidang Kesehatan Masyarakat
penanggung_jawab_jabatan Kabid Kesehatan Masyarakat
rumus_perhitungan Jumlah balita gizi kurang mendapatkan asupan gizi / Jumlah balita gizi kurang x 100%
satuan Persen
sumber_data Puskesmas dari aplikasi sigizikesga
ukuran Persentase
variabel_pembentuk 1. Jumlah balita gizi kurang mendapatkan asupan gizi 2. Jumlah balita gizi kurang